Selamat Dataaaaaang

Selamat Dataaaaaaang

Jumat, 10 Oktober 2014

TELEMATIKA DAN ARAH PERKEMBANGANNYA DI MASA DEPAN


Berkaitan dengan teknologi informasi yang sedang berkembang di era modern ini, sistem jaringan komunikasi sangat erat kaitannya dengan teknologi informasi. Teknologi informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk mengolah data menjadi informasi. Yang berhubungan antara sistem jaringan komunikasi dan teknologi informasi disebut telematika

Telematika adalah bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Secara harfiah Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika merupakan adopsi dari bahasa Perancis yang sebenarnya adalah “Telematique”. Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan konsep kata yaitu “Telecommunication and Informatics” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital

Peran Telematika

Telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain :

1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.


2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.


3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.



Untuk Indonesia sendiri, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu:

1.  Periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Pada tahun 1970-an, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, membuat Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika. Pada tahun 1980-an, jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas.

2.    Periode pengenalan, rentang waktunya adalah tahun 1990-an. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun ini. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. 

3.    Periode aplikasi dimulai tahun 2000. Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Namun, peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, menjadi sangat mudah didapatkan dalam teknologi telematika.



Tren Telematika ke Depan

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.



Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi.

Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Ada lima kelompok industry yang berperan besar dalam perkembangan trend telematika ke depan, diantaranya:

1. Infrastruktur Telekomunikasi (biasanya resiko bisnis paling besar)

2. Infrastruktur Internet (biasanya resiko bisnis sedang & rendah)

3. Hosting service (biasanya resiko bisnis rendah)

4. Transaction type service (biasanya resiko bisnis rendah)

5. Content / knowledge producer (biasanya resiko bisnis rendah)











Senin, 14 April 2014

BIBLIOGRAFI

Bibliografi

Bibliografi adalah daftar pustaka yang mencakup isi dan deskripsi suatu buku, meliputi judul, pengarang, edisi, cetakan, kota terbit, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku, dan ISBN.

Bibliografi atau Daftar Pustaka adalah daftar yang berisi judul-judul buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbit lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebuah karangan yang telah digarap.


TUJUAN BIBLIOGRAFI

-          Mendaftar/menyusun informasi mengenai buku serta bahan pustaka
       yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat. 
-          Untuk membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah
       bahan pustaka atau mengenali sebuah buku yang populer  
-          Bagi peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah ditulis, memperoleh
       informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian  
-          Sebagai sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll) 
-          Sarana untuk mengetahui perkembangan buku. 
-          Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarag, subjek,tempat. 


BIBLIOGRAFI TERDIRI DARI 3 CABANG

1. Bibliografi sistematis/enumeratif (bibliografi yang biasa kita jumpai di
perpustakaan)
Merupakan hasil kajian terhadap buku dengan hasil berupa entri buku (bahan
sejenis) yang tersusun secara logis serta bermanfaat untuk keperluan
referens atau studi.

2. Bibliografi Analitis dan Kritis
Bibliografi jenis ini mencakup kegiatan penelitian atas sifat fisik sebuah buku,
yang sering menghasilkan keterangan tentang pembuatan dan sejarah buku.
Bibliographer harus melakukan teknik evaluasi kritis. Jika dari sebuah buku
tidak ditemukan tentang informasi pengarang, edisi, tahun terbit dan tempat
terbit.

3. Bibliografi Historis
Merupakan kajian terhadap buku sebagai sebuah objek seni (seni tulis,
percetakan, iluminasi, penjilidan). Untuk mengkaji secara kritis novel abad-19
maka kita harus tahu situasi dan kondisi penerbitan/percetakan (semua yang
berkaitan dengan buku) pada waktu itu. Jadi bibilografi histories adalah usaha
untuk memahami buku dalam konteks dunia buku, kondisi social, budaya
yang ada pada masa itu.


PENYUSUNAN BIBLIOGRAFI
 a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
 C. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.


Minggu, 23 Maret 2014

Kutipan dan Catatan Kaki


 I. Definisi Kutipan dan Catatan Kaki

A. Kutipan
Kutipan adalah penulisan ulang pendapat atau sejenisnya dari seseorang. Kutipan biasa dalam
bentuk tulisan yang dimuat dari buku, majalah, surat kabar atau yang lainnya dan juga bersumber
dari lisan seseorang.
B. Catatan Kaki
Catatan kaki adalah keterangan khusus yang ditulis penulis untuk memberikan penjelasan dan
komentar, menjelaskan sebuah sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar
bacaan/bibliografi. Catatan kaki terdapat pada bagian bawah halaman dengan keterangan
angka untuk menunjukkan kata yang ingin dijelaskan atau pada akhir bab karangan ilmiah.

II. Perbedaan Kutipan dan Catatan Kaki

Ada dua cara dalam mengutip, yaitu langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip
sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat tidak ada yang diubah. Kutipan tidak langsung jika
mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan
asli dari sumber tersebut .Hal hal yang perlu diperhatikan dalam mengutip:

1. Penulisan nama pengarang menggunakan nama akhir disertai tahun.
2. Jika pengarangnya dua orang, ditulis nama akhir kedua pengarang tersebut.
3. Jika pengarangnya lebih dari 2 orang, tuliskan nama akhir pengarang pertama diikuti  dkk.
4. Jika nama pengarangnya tidak ada, yang dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan,
nama dokumen yang diterbitkan atau nama koran.
5. Untuk karya terjemahan, nama pengarang yang dituliskan adalah nama pengarang asli.
6. Mengutip dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh pengarang berbeda, dicantumkan dalam
satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.

Catatan kaki dipergunakan sebagai pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang
tercantum di dalam reks atau sebagai petunjuk sumber, tempat memperluas pembahasan yang
diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasanini dapat berupa kutipan
pula, referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang
sama dibahas di dalam tulisan, dan tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang
diterima dari orang lain. Sistem Penulisan Catatan  Kaki :

1. Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari
margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
2. Catatan kaki diketik berspasi satu.
3. Diberi nomor.
4. Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
5. Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin
teks biasa (tepat pada margin kiri).
6.  Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan  yang lainnya
adalah sama dengan jarak spasi teks.
7. Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
8.  Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih  baik potong
tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
9.  Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama  dengan
nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
10.  Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih  [x] [x]
merupakan nomor keterangan sebelumnya.
11. Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
12.  Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip
daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.

Perbedaan dari kutipan dan catatan kaki ada dari segi penempatannya dan cara menuliskan
sumber refrensi dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain
sebagainya.

Cover buku yang diambil kutipan dan catatan kaki :



Contoh Catatan Kaki :





Contoh Kutipan :





Sumber ::